Budaya dan Tradisi Negara Jepang

Budaya dan Tradisi Negara Jepang

Jepang, diucapkan dalam bahasa Jepang sebagai “Nippon” atau “Nihon”, adalah negara pulau Samudra Pasifik di lepas pantai daratan Asia. Terdiri dari sekitar 6.900 pulau. Pulau-pulau yang paling menonjol dan berpenduduk adalah Honshu, Hokkaido, Shikoku, dan Kyushu, yang merupakan 97% dari negara ini. Di dalam pulau-pulau ini, ada 47 prefektur dengan total populasi 127 juta (ke-11 di dunia).

73% dari negara ini bergunung-gunung, namun, mayoritas orang tinggal di garis pantai, menjadikannya salah satu negara terpadat di dunia.

  • Bahasa

Bahasa nasional adalah bahasa Jepang, yang merupakan bahasa utama yang digunakan di seluruh negeri. Bahasa Jepang kuno, atau “Kanbun”, berasal dari Cina dan teks Jepang yang paling awal, “Kojiki,” ditulis pada awal abad ke-8 dan ditulis terutama dalam karakter Cina kuno. Bahasa Jepang modern berkembang selama periode Edo, antara 1603 dan 1868.

Bahasa Jepang modern terdiri dari tiga huruf:

  • Kanji (karakter Cina logografis)
  • Hiragana (alfabet Jepang fonetik)
  • Katakana (alfabet fonetik yang digunakan untuk kata-kata asing)

Perkembangan dan penggunaan luas Katakana adalah ilustrasi adopsi budaya, ide, dan kata-kata Barat Jepang baru-baru ini.

  • Budaya

Budaya Jepang awal sangat dipengaruhi oleh Cina. Selama era Edo, Jepang menerapkan kebijakan isolasionis yang ketat, menutup pintunya untuk semua hubungan dengan dunia luar. Ini menumbuhkan budaya Jepang yang berbeda.

Setelah jatuhnya era itu pada tahun 1868, Jepang membalikkan praktik ini, mengadopsi praktik budaya dari seluruh dunia dan mencampurkannya dengan apa yang didirikan selama era Edo. Selama bertahun-tahun, budaya Barat telah memengaruhi semua aspek budaya Jepang termasuk seni, gaya hidup, dan makanan.

  • Agama

Ada dua agama utama di Jepang: Shinto dan Buddhisme. Shinto adalah agama Jepang, sedangkan Buddhisme diimpor pada abad ke-6 dari Tiongkok. Sebuah jajak pendapat baru-baru ini menemukan bahwa 39% orang Jepang mengidentifikasi diri sebagai Buddha, 3,9% sebagai Shinto dan 2,3% sebagai Kristen.

  • Perayaan

Di Jepang, hari libur terbesar adalah perayaan Tahun Baru. Selama musim semi dan musim panas, perayaan untuk para dewa tanah dan laut, atau Matsuri, berlangsung. Setiap kota memiliki Matsuri sendiri, dan perayaan ini dihadiri banyak orang.

  • Olah raga

Olahraga memainkan peran penting dalam budaya Jepang. Sumo, judo dan karate adalah olahraga tradisional Jepang dan baseball, sepak bola, dan rugby telah diadopsi dari budaya lain.

Sumo adalah olahraga nasional Jepang dan hingga hari ini hanya dipraktikkan di Jepang. Sumo modern dibentuk selama era Edo dan sedikit yang telah berubah sejak itu. Baseball adalah olahraga yang paling banyak ditonton di negeri ini. Ini pertama kali diperkenalkan ke negara itu pada tahun 1872 dan telah semakin populer sejak itu.

  • Struktur Keluarga

Unit keluarga tradisional di Jepang disebut “Kazoku,” yang terdiri dari seorang ibu, ayah, dan anak-anak mereka. Secara tradisional, Kazoku sering tinggal bersama orang tua mereka. Namun, baru-baru ini, jumlah rumah tangga tiga generasi telah mendukung pengaturan yang lebih modern.

  • Masakan

Di seluruh negeri, Jepang terutama pemakan ikan. Jepang adalah importir ikan nomor satu di dunia, mengkonsumsi sekitar 12% dari ikan yang ditangkap di dunia.

Hidangan Jepang yang paling terkenal mungkin sushi, hidangan yang mencakup ikan segar, rumput laut, dan nasi ringan. Orang Jepang juga makan daging sapi, unggas, dan babi sebagai bagian dari diet harian mereka.

  • Kesimpulan

Jepang adalah negara yang dibentuk oleh transisi yang cepat dari isolasionisme ke globalisme. Ini mewakili perpaduan budaya dunia lama dengan praktik Barat yang lebih baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *